KULINER SUKABUMI


Berikut 3 hidangan kuliner yang kita santap saat itu (foto-foto diambil oleh teman perjalanan saya, bang Joe Wongkar, spekology.com) :
1. Ayam Bakar dan Goreng Mang Oni
Berhubung perut sudah kosong sejak dari Jakarta, maka pertama-tama yang dituju adalah makanan berat.
Restoran…eh warung makan yang saya rekomendasikan adalah Ayam Bakar dan Goreng Mang Oni dengan menu favoritnya adalah ayam bakar dan tumis ikan peda atau tumis ikan sepat.
Warung kaki lima ini berlokasi di seberang Bank Mandiri, atau di salah satu sisi di seberang toserba Tiara.
SAM_0732
Menu-menu yang ada di warung ini khas Sunda bingitttt… dengan nasi timbel, sambal, lalapan dan pete nya.
SAM_0720
SAM_0713
Dari sekian banyak menunya, yang saya rekomendasikan ya ayam bakar dan tumis sepat/peda, bisa dikombinasikan dengan pesan dua menu tersebut untuk mendapatkan citarasa pedas-manis Ayam Bakar dan asin-pedas nya si tumis sepat/peda.
Yang bikin ayam bakar di Mang Oni ini beda dengan ayam bakar di tempat lain, adalah bumbunya lebih meresap ke daging ayamnya hingga ke tulang. Dari penampilan luar juga cukup terlihat, jika di pecel ayam pada umumnya warna ayam yang belum dibakar biasanya kuning pucat, disini warnanya coklat, terasa bahwa bumbu bacemannya lebih banyak.
SAM_0730
Untuk tumis ikan sepat atau ikan peda nya, katanya sih lebih spesial kalau pake pete. Karena saya gak suka pete, ya saya belom bisa membenarkan hal tersebut. Tapi emang tumis sepat/peda disini juara… enak banget dimakan sama nasi timbel dan sambal terasi. Jarang-jarang nih kaki lima menyediakan menu seperti ini.
SAM_0722
Soal harga, menu-menu disini tergolong murah menurut saya. Harganya wajar dan ramah buat kantong lah.
Anda harus coba!
2. Piscok Cakra – beda
Setelah kenyang dan puas di warung Mang ONI, untuk desert… ceilehh… kita memilih yang manis-manis. Kebetulan di seberang jalan warung Mang Oni adalah toserba Tiara, dimana di salah satu sudut pelatarannya ada Piscok Cakra, maka kita putuskan untuk kesitu.
SAM_0734
SAM_0736
Karena tujuan utamanya adalah untuk icip-icip doank, ya kita pesannya cuma seporsi piscok keju aja buat dimakan berame-rame 4 orang (bilang aja buat ngirit, red).
SAM_0741
Cerita lengkap tentang piscok cakra ini pernah saya ulas sebelumnya. Tagline piscok ini adalah cokelatnya meledak di mulut, yang memang isian coklat cairnya yang lumayan banyak untuk per gulungan piscoknya. Manisnya coklat cair tersebut berpadu sempurna dengan pisang dengan tingkat kematangan yang pas dan gurihnya parutan keju.
Anda harus coba!
3. Bandros Mang Ata
Lokasi ketiga yang kita tuju dan saya rekomendasikan ke teman-teman adalah nongkrong di warung Bandros Mang Ata. Tujuan kita adalah mencari kehangatan minuman bandrek yang ditawarkan dan tentu saja sajian utamanya, Bandros.
Kalau jelasin ke teman-teman saya yang dari Jakarta, yang biasa suka nanya Bandros itu apa, saya jelasinnya ya Bandros itu penganan khas Sunda, bentuknya kayak kue pancong tapi nempel jadi satu sesuai cetakannya. Dalam adonannya ada senjata rahasia yang bikin penganan ini enak, yaitu potongan-potongan kelapa. Yang bakal kerasa krezzzzz nya kalo digigit.
Ada dua jenis bandros yang ditawarkan, yang biasa dan yang rasa coklat. Saya sih lebih suka yang rasa coklat, harganya lebih mahal dua ribu dari yang rasa biasa. Kalo gak salah ingat, seporsi bandros coklat harganya Rp8,000.
SAM_0756
Seperti tadi yang saya bilang, menikmati Bandros ini akan lebih lengkap jika dipadu dengan minum bandrek susu panas…. beuhhh…. Sukabumi yang dingin di malam hari, jadi berasa anget.
SAM_0755
Bandros Ata yang berlokasi di jalan Gudang sebelum perempatan lampu merah ini memang selalu ramai di malam hari, bahkan sering antri. Walau lokasinya di atas trotoar, hal tersebut tidak mengurangi kenikmatan orang-orang untuk menjadikan tempat ini sebagai salah satu tempat nongkrong favorit di Sukabumi.
SAM_0751

Yak tiga tempat tersebut yang saya rekomendasikan ke teman-teman saya saat sejenak lewat Sukabumi. Masih banyak tempat lainnya yang gak kalah enak dan unik, tapi ya waktu sudah semakin malam, perut semakin kenyang, dan dompet semakin tipis, jadi ya kita putuskan untuk menyudahi petualangan kuliner kita malam itu.
Sumber  :  , spekology.com
Salam,


   4.      SEKOTENG SINGAPORE

Kalau kita melintasi jalan Ahmad Yani, di Sukabumi, maka kita akan menjumpai dua gerobak kaki lima yang menjual sekoteng. Yang satu adalah gerobak sekoteng-wedang ronde khas solo, dan satu lagi adalah Sekoteng Asli Singapore. Sekoteng Asli Singapore ini yang paling lama berdiri, yaitu sejak tahun 2002. Di gerobaknya jelas-jelas terpampang tulisan bahwa dia tidak buka cabang. Pesan tidak buka cabang itu cukup penting, karena ternyata beberapa sekoteng yang mangkal lainnya penampakannya tidak jauh beda dengan sekoteng asli singapore ini.

                     SEKOTENG Asli SINGAPORE, TIDAK BUKA CABANG
Sejak bulan puasa, Agustus 2011 ini, lokasi mangkal sekoteng ini pindah tetapi tidak jauh dari lokasi lamanya. Lokasi barunya hanya bergeser di seberang lampu merah di sisi yang berlainan dari lokasi lama, masih di jalan Ahmad Yani juga. Alasan pindah lokasi ini karena di lokasi lama sangat susah bagi pembeli untuk parkir, khususnya bagi yang mengendarai mobil. Lokasi barunya yaitu di trotoar, depan toko Kurnia Grafika yang beralamat di Jalan Ahmad Yani no 293, Sukabumi. Sekoteng ini buka setiap malam mulai pukul 16.30 WIB sampai pukul 24.00 WIB.
                   Lokasi baru, di trotoar Toko Kurnia Grafika, jl A Yani no 293, Sukabumi.
Sekoteng singapore ini tidak jauh berbeda dengan sekoteng pada umumnya yang mengandalkan hangatnya air jahe dipadu dengan susu kental manis sebagai kuahnya, tetapi hanya saja sekoteng singapore ini isinya lebih beragam. Isi dari sekoteng singapore ini antara lain kacang hijau, pacar cina, kolang kaling, biskuit dan satu senjata rahasia yang saya tidak tahu pasti itu apa. Senjata rahasia itu akan berasa krez saat kita mengunyahnya, warnanya putih, dipotong kotak-kotak kecil, seperti semacam manisan buah bengkuang. Saya sudah pernah nanya ke yang jual apa namanya, tapi lupa. hahaha….maafkan ya.
                        Penampilan dari seporsi Sekoteng Singapore          
Untuk kuahnya, rasanya cenderung manis semriwing. Manis dikarenakan susu kental manisnya dan semriwing karena air jahenya. Saya pribadi selalu bilang untuk dikurangi susu kental manisnya saat memesan. Tetapi untuk menetralisir rasa manis yang muncul, disediakan pula satu sloki teh pahit.
                  Seporsi sekoteng singapore ditemani dua sloki teh pahit
Harga seporsi sekoteng singapore ini adalah Rp 6,000. Cukup terjangkau.
Yang selalu jadi pertanyaan adalah, apakah sekoteng ini asli dari Singapore? Apakah di Singapore ada sekoteng seperti ini? Atau bahkan, emang di Singapore ada sekoteng ya?
Saat saya tanya ke Aa’ (yang tampak oriental khas orang singapore) yang jualan, dia hanya menjawab sambil tersenyum ” Ya ini saya  melanjutkan resep dari orang tua, tapi  dengan sedikit modifikasi dari saya sendiri”. Dengan jawaban gantung seperti itu, saya sih tidak menanyakan lebih lanjut, kalau anda masih penasaran ya mampir saja sambil tolong tanyain gih beberapa misteri kecil berikut:
  1. Apakah ini asli dari Singapore?
  2. Apa nama senjata rahasia berupa potongan kotak kecil berwarna putih yang rasanya krez saat dikunyah?
Berikut saya perkenalkan sosok terampil dibalik citarasa sekoteng singapore ini, percayalah…rasanya ada yang laen saat bukan beliau yang membuatnya. Jadi, amatilah wajah beliau baik-baik….hahahaha


Jadi, untuk mencicipi sekoteng yang asli dari Singapore (yakin?), tidak perlu kita jauh-jauh pergi ke Singapore, datanglah saja ke Sukabumi, akan ada Sekoteng asli Singapore van Sukabumi.

1 komentar:

  1. rental mobil sukabumi rental mobil sukabumi rentalmobil sukabumirental mobil sukabumi rental mobil sukabumi rentalmobil sukabumirental mobil sukabumi rental mobil sukabumi rentalmobil sukabumirental mobil sukabumi rental mobil sukabumi rentalmobil sukabumirental mobil sukabumi rental mobil sukabumi rentalmobil sukabumirental mobil sukabumi rental mobil sukabumi rentalmobil sukabumi

    BalasHapus